Pergantian Itu Bukan Sekadar Berganti

 Pergantian Itu Bukan Sekadar Berganti

Pergantian pengurus organisasi santri sering kali kita lihat sebagai rutinitas. Ada laporan, ada pelantikan, ada serah terima. Selesai. Lalu kehidupan pondok berjalan seperti biasa.

Padahal, sejatinya tidak ada yang “biasa” dalam pergantian itu.

Di sana sedang berlangsung pendidikan kepemimpinan yang paling nyata. Bukan teori yang ditulis di papan tulis. Bukan definisi yang dihafal untuk ujian. Tetapi latihan jiwa, bagaimana menerima amanah, bagaimana melepaskan jabatan, bagaimana tetap tenang ketika dipuji dan tetap kokoh ketika dikritik.

Pondok mengajarkan satu falsafah yang dalam:

_"Patah tumbuh, hilang berganti. Bahkan sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti.'_

Artinya, kepemimpinan di pondok tidak boleh bergantung pada satu orang. Ia harus menjadi sistem nilai. Ia harus mengalir seperti air, jernih, tenang, tetapi terus bergerak.

Santri yang hari ini belajar dipimpin dengan adab, sedang ditempa untuk kelak memimpin dengan kebijaksanaan.

Santri yang hari ini menerima amanah kecil, sedang dipersiapkan untuk amanah yang lebih besar.

Namun ada satu hal yang sering luput dari perhatian kita:

pendidikan kepemimpinan itu tidak akan sempurna tanpa kehadiran guru.

Kehadiran guru bukan sekadar formalitas.

Kehadiran guru adalah ruh. Guru yang hadir dalam rapat organisasi sedang mengajarkan kesungguhan. Guru yang menyimak laporan pertanggungjawaban sedang mengajarkan tanggung jawab moral. Guru yang menatap dengan teduh sedang mengajarkan ketenangan dalam memimpin.

Di pondok, sering kali yang mendidik bukan hanya kata-kata, tetapi sikap. Bukan hanya instruksi, tetapi keteladanan.

Kadang-kadang santri tidak ingat apa yang kita ucapkan. Tetapi mereka akan selalu ingat bagaimana kita hadir.

Jika guru absen, organisasi bisa tetap berjalan. Tetapi jika guru hadir dengan hati, organisasi akan bernilai.

Karena sejatinya, kepemimpinan bukan dibentuk oleh struktur, melainkan oleh suasana jiwa. Dan suasana jiwa itu banyak ditentukan oleh kehadiran para guru.

Maka jangan anggap ringan momen pergantian itu. Di sana sedang disemai calon pemimpin masa depan. Dan di sana pula, guru sedang menanam nilai tanpa banyak suara, tanpa banyak sorot lampu.

Cukup dengan hadir.


ORANG DALAM

​Selamat datang di laman digital saya. Blog ini merupakan ruang berbagi pemikiran, pengalaman, dan catatan harian seputar [Dunia Pendidikan Pesantren]. Saya berharap setiap tulisan di sini dapat memberikan manfaat, inspirasi, atau setidaknya sudut pandang baru bagi Anda. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berkunjung

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak