KEPONDOKAN 2

Apa itu "PONDOK"

    Menurut riwayat: mula-mula ada seorang kiyai(TGH) kemudian datang beberapa orang santri
yang mau belajar ilmu dari kiyai/TGH tadi, semakin hari semakin banyak santri yang datang ingin belajar,
akhirnya dengan bertambah banyaknya santri, maka sudah tidak dapat lagi tinggal di rumah kiyai/TGH
tersebut. Sehingga timbul inisiatif untuk mendirikan pondok-pondok atau gubuk-gubuk disekitar masjid
dan sekitar rumah kiyai/TGH itu. Itu asalmula dinamakan
pondok.

    Santri yang sudah tamat terkadang tidak mau pulang, ia ingin tetap di pondok belajar sambil
membantu kiyai atau Tuan Guru untuk mendidik adik-adiknya yang belum selesai, itulah yang sekarang
menjadi Guru pengabdian.

    Jadi yang membuat pondok pada mulanya bukan kiyai atau Tuan Guru, akan tetapi santrilah yang
membuat dan yang mendirikan pondok, jadi pondok itu adanya santri dulu baru ada bangunan atau
pondok. Kalau bikin pondok dulu, kemudian buat brosur atau iklan untuk cari murid itu namanya hotel.
Hotel disewakan, penghuni membayar sewa, sesudah itu mereka tinggal seenaknya, kalau kotor
tinggal panggil
jongosnya, pembantunya untuk membersihkannya.

    Dulu TGH. Djuani Mukhtar  meminta santri-santri kalau pergi ke sekolah atau madrasah, jika
menemukan batu di jalan, beliau meminta untuk dibawakan ke Madrasah, dan hampir semua santri
membawa satu, dua batu. Setelah terkumpul banyak, batu itu dipakai untuk membuat pondasi madrasah
tempat santri belajar. Pembuatan Madrasah dengan cara gotong royong, Tuan guru, santri, walisantri dan
masyarakat yang mengiginkan belajar Agama dari beliau.

PONDOK BUKAN HOTEL
    Pondok bukan hotel, pondok milik bersama tidak berarti lantas boleh dibagi, masing-masing
boleh mengambil apa-apa yang diinginkannya. Tidak seperti itu!!
Setiap datang santri baru, berarti bertambahlah satu orang yang ikut bertanggung jawab terhadap
keberesan, kebersihan, keamanan dan segala keteraturan yang ada di pondok.
Pembayaran yang dikumpulkan itu iuran, patungan sekolah bukan berarti sewa atau upah. Dan
dengan uang itu digunakan untuk kepentingan pondok yang telah didirikan oleh santri-santri terdahulu.
Sama-sama mengeluarkan, dan sama-sama memakai.

Posting Komentar

Formulir Kontak