KEPONDOKAN 12

Telah menjadi sunnah pondok, setiap awal tahun pelajaran diadakan khutbatul Arsh, atau khutbah Perkenalan, atau perpeloncoan.

    Dikatakan demikian, karena menyimpulkan atau menggambarkan segala sesuatu yang akan
dihadapi oleh santri wali santri, guru yang akan menjadi bagian dari Nurul Haramain kedepan.

    Kegiatan ini mirip dengan pidato pembukaan tahun dalam suatu organisasi atau pemerintahan.

Yang isinya antara lain:
        A. Perkenalan pondok (kedalam, keluar, meluas dan menyeluruh)
        B. Perpeloncoan dan program2 kedepan pondok.

A. Perkenalan.

    Perkenalan pondok untuk santri, wali santri dan guru-guru harus tetap diadakan, dalam
pepatah
Tak kenal maka tak saying, jika tidak kenal juga tidak akan percaya, jika tidak percaya
maka akan sulit memasukan nilai-nilai dan ajaran-ajaran Nurul Haramain kepada yang tidak
percaya.

    Ada yang mengira:

        Pondok hanya mementingkan pelajaran agama dan kurang mementingkan pelajaran
        umum, ada juga yang mengira sebaliknya, pondok dikira mementingkan pelajaran umum dari
        pada pelajaran agama.

        Pondok hanya mementingkan karakter saja. Hanya bahasanya saja yang hidup, hanya
        pramukanya saja yang hidup, hanya komputernya saja, hanya keorganisasiannya saja bagus, dll.

        Semua itu tidaklah dapat kita katakan salah seluruhnya. Semua itu baru penilaian dari
        satu sudut, baru sebagian, baru kulitnya, baru dari sepihak, belum mengenal inti tujuan pokoknya.

        Dan tidak mustahil, kalau ada yang memandang dan menilai pondok, menurut
kaca matanya                sendiri, sehingga mengira dan menyangka bahwa Pondok Nurul Haramain didirikan dan dibuat            untuk mencari keuntungan kebendaan bagi pendirinya dan keluarganya, bagi pimpinan-                         pimpinannya.

  • Na'uzubillah...
  • Minilai pondok jangan seperti orang buta merabah gajah
  • Menilai pondok jangan seperti orang melihat hutan yang matanya tertutup dengan satu daun

Padahal jelas dengan mudah diketahui, bagi yang mau tau, bahwa pondok itu :
  • Tempat beramal, tempat berkorban
  • Lapangan perjuangan bukan lapangan penghidupan
    Maka untuk mengenal, mengerti dan menyadari apa dan bagaimana pondok Nurul 
Haramain, pelajari terus sampai mengerti buku kepondokan, ikuti dengan seksama segala kegiatan dan program khutbatul Arsh, mulai dari Porseninya, Apel tahunannya, kuliah umumnya, sampai pada hiburan-hiburannya.

  • Pandanglah pondok dengan pandangan baru seakan-akan seperti orang yang baru datang hari ini. Juga bagi santri lama.
  • Yang jelas dan yang sudah disepakati adalah segala sesuatu di pondok ini adalah untuk perbaikan dan pendidikan. Perbaikan pelajaran dan cara belajar, perbaikan akhlak dan mental
Perpeloncoan

    Perpeloncoan berarti mempermuda (meremajakan) jiwa dan perasaan. Kembali muda untuk
kepentingan pendidikan. Maka dari itu, perpeloncoan amat penting bagi:

    a. Perguruan anak dewasa
    b. Tiap-tiap lembaga atau perguruan.

    Dalam hal tujuan dan kepentingan tidak ada perbedaan atau khilafiah. Tapi caranya yang berbedabeda. Ada yang dengan cara digunduli, dicoba mengemis, dicoba disuruh menari di depan umum, berpakaian layaknya orang gila dan sebagainya yang berupa tugas yang berat-berat. Supaya kembali muda.
 
    Orang yang merasa dirinya penuh isi, telah merasa besar, telah merasa pandai, dan merasa cukup, orang seperti itu akan sulit dibentuk, sulit bertambah ilmunya, sulit bertambah isinya, sulit dinasehati. Kalau tidak dikatakan mustahil. Barang kali sifat orang seperti itu mirip dengan sifat bani Israil (orang yahudi)  قلبناَغلف  Hati kami telah penuh.

Dan sesuai apa yang difirmankan Allah.

انَالاءنسانَليضغى

(Sesungguhnya manusia itu sangat durhaka/sombong, apabila melihat dirinya merasa telah kaya/cukup)

    Mengingat semua itulah, anak-anak kita memerlukan perpeloncoan/perkenalan. Tapi berbeda
cara Nurul Haramain mengadakan perkenalan atau perpeloncoan dengan perguruan tinggi dan
sekolah-sekolah lain.

    Cara Nurul Haramain adalah, santri baru disuruh melonco dirinya sendiri dengan jalan
menghilangkan rasa malu, rasa tua, rasa angkuh dan supaya selalu ingat
datang kesini itu untuk
apa?

    Dengan cara difahamkan, disadarkan di insafkan lewat kuliah-kuliah umum, lewat nasehatnasehat dan lewat kegiatan-kegiatan yang mereka tidak sadar sudah diajak melonco dirinya sendiri.
Anak yang dapat melonco dirinya, dia akan beruntung. Sebesar keinsafanmu, sebesar itu pula
keuntunganmu.

    Jadi kalau ada santri senior atau guru yang cara melonconya tidak sesuai dengan cara pondok,
berhentilah, jangan diteruskan, nanti jadi
jariatu syu' (warisan yang salah) berapa banyak senior
melakukan balas dendam dengan adik-adik tingkatnya, dan kadang mengalami tragis sampai meninggal
dunia. Lama kelamaan perpeloncoan sudah jauh dari nilai-nilai pendidikan, bahkan cendrung ngawur,
tidak masuk akal sehat, hanya dipakai ajang balas dendam dan pembantaian antara senior dan juniornya. Karena senior diperlakukan sama oleh seniornya pada masa lampau.

Mendidik mental anak atau malah merusak mental anak

    Marilah kita mudahkan jiwa dan perasaan kita. Kembali muda dengan arti kita:

            a. Sanggup diisi, merasa kurang.
            b. Sanggup dibentuk, minta dipimpin.
            c. Minta dikoreksi dan diperingatkan

Di Sini Siapa Yang Ngoreksi?

Dari segala sudut, dari bapak pimpinan, bapak-bapak guru, kepala kelas dan teman-teman sekelas, ketua kamar, ketua rayon, ketua regu, teman sebangku, pengurus OSNH, dan sampai koreksi diri sendiri
(ZELF CORRECTIE)

وتواصوبَالحقَوتواصوبَالصبر

saling nasehat menasehati dalam hal kebaikan, dan saling sabar, tidak marah dalam menerima
koreksi atau kritikan

    Mari kita sama-sama ikhlas, tidak malu-malu, tidak segan-segan, dengan hati terbuka SANGGUP
MENERIMA KOREKSI
. beruntunglah orang yang mempunyai teman yang mau menasehati dan
memperbaikinya.

Mari dengan mengucapkan
BISMILLAH mulai belajar, masuk menjadi warga NURUL
HARAMIN. Hilangkan keadaan dan kebiasaan-kebiasaan dirumah, ikutilah disiplin, kembalilah mudah,
karena tidak ada tua dalam belajar (NEVER TO OLD TO LEARN)

    Sekarang bacalah surat permohonan untuk masuk menjadi siswa atau santri Nurul
Haramain yang sudah ditandatangani ketika pendaftaran. Perhatikanlah syarat-syarat dan Janjijanji kalian

Posting Komentar

Formulir Kontak