KEPONDOKAN 3

PENDIDIKAN PONDOK

    Pendidikan yang utama di pondok adalah (اعتماد على النفس ) bergantung, bersandar pada diri sendiri,
tidak menggantung, tidak besandar pada diri orang lain dengan kata lain
mampu menolong diri sendiri.

    Pemuda yang terdidik menolong dirinya sendiri, dapat menghadapi masa depan dengan penuh
kepercayaan dan harapan, jalan hidup terbentang luas di muka, tidak mudah putus asa, hidup penuh
optimis. 

    Sebaliknya pemuda yangg selalu pesimis, ragu-ragu dalam bertindak, selalu putus asa, maka
pemuda seperti itu tidak akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, karena dirinya sendiri tidak
percaya pada dirinya bagaimana orang lain mau percaya.

    Pondok tempat berlatih agar menjadi orang yang pandai menolong, dalam Islam sebaik-baik
manusia adalah manusia yang banyak membantu, dan bermanfaat untuk orang lain  (خ َي َرَالَناسََأََنفَعَهَمََلَلَناس ).
Bukan hanya selalu minta tolong, nanti seperti benalu bisa-bisa menyengsarakan orang yang
membantunya.

    Maka di pondok dilatih mengurus diri sendiri, mencuci sendiri, tanggung jawab kamar, kelas,
asrama, kamar mandi dan alat-alatnya sendiri. Mereka dilatih menyelesaikan semua masalah yang timbul
dari diri mereka sendiri. Seperti kebersihan, keamanan, dll.

    Tidak sedikit-dikit memanggil tukang, tidak membayar orang untuk menjaga pondok, tidak
membayar orang untuk membersihkan pondok, jika terpaksa ada maka peran mereka (tukang, satpam,
tukang sapu dll) perannya maksimal hanya 20 %-30% sedangkan 40%-100% adalah santri dan guru yang
tinggal di dalamnya.

    Untuk itu pembangunan Asrama guru tidak boleh melibatkan santri, guru sebagai
pendidik harus memberi contoh dan bisa jadi contoh untuk santrinya. Guru yang tidak terlibat sama sekali
dalam pembangunan Asrama tersebut, maka dia sedang menganggap pondok sebagai kos-kosan,
menganggap pondok sebagai WC didatangi jika dibutuhkan.

Posting Komentar

Formulir Kontak