Keteladanan yang Tidak Mencari Tepuk Tangan



 Keteladanan yang Tidak Mencari Tepuk Tangan

Sebentar lagi kita akan memperingati wafat pendiri pondok. Untuk mengingatkan keteladanan.

Ada keteladanan yang tidak berdiri di podium. Tidak pula hadir dalam pidato atau foto-foto peresmian.Ia bekerja dalam diam, dan justru karena itu, ia bertahan lama.

Di masa hayat Tuan Guru M. Djuaini Mukhtar, selesai mengajar beliau menanggalkan baju putihnya. Bukan untuk beristirahat. Tinggallah kaos oblong yang melekat di tubuhnya. Dengan kaos itu, beliau berjalan pelan mengelilingi pondok, membawa palu di tangan.

Beliau memungut paku-paku bengkok yang tercecer. Diluruskan satu per satu. Kursi yang reot diperbaiki. Bangku yang rusak diservis dengan tangan sendiri. Tidak ada santri yang dipanggil. Tidak ada perintah yang dikeluarkan. Seolah beliau tidak ingin ada yang tahu bahwa beliau sedang bekerja.

Padahal, di situlah pelajaran besar sedang ditanamkan.

Santri mungkin melihat seorang kiai membetulkan bangku. Tapi sesungguhnya mereka sedang belajar tentang cinta yang tidak diumumkan. Tentang tanggung jawab yang tidak menunggu peran. Tentang pengabdian yang tidak mencari pengakuan.

Palu di tangan beliau bukan sekadar alat. Ia adalah pesan: jika ada yang rusak di pondok ini, jangan sibuk menunjuk perbaiki. Paku yang bengkok bukan hanya besi, tapi isyarat bahwa banyak hal hanya bisa diluruskan dengan kesabaran dan kerendahan hati.

Sebentar lagi kita mengenang kepergian beliau. Mungkin kita akan membaca barjanji, dan menyebut jasa-jasa beliau. Tapi jangan sampai kita lupa pada keteladanan kecil yang justru membesarkan pondok.

Sebab pondok ini tidak hanya dibangun oleh ide-ide besar, melainkan dirawat oleh tangan-tangan ikhlas yang bekerja tanpa tepuk tangan.

Dan barangkali, itulah warisan paling berharga dari pendiri pondok ini:

mengajar dengan ilmu, memimpin dengan contoh, dan mencintai pondok dalam diam.





ORANG DALAM

​Selamat datang di laman digital saya. Blog ini merupakan ruang berbagi pemikiran, pengalaman, dan catatan harian seputar [Dunia Pendidikan Pesantren]. Saya berharap setiap tulisan di sini dapat memberikan manfaat, inspirasi, atau setidaknya sudut pandang baru bagi Anda. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berkunjung

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak