KEPONDOKAN 9

Suasana Keikhlasan Yang Wajib dijaga, dipelihara

1. Dalam Urusan Moril
    Seandainya suasana keikhlasan ini terganggu atau goncang, apalagi suasana ini tidak ada,
niscaya tidak akan mungkin maksud yang baik akan tercapai, lebih-lebih dalam masyarakat,
pendidikan seperti Pondok Nurul Haramain.

    Ikhlas dalam pergaulan, ikhlas dalam nasehat-menasehati, ikhlas memimpin, ikhlas
dipimpin, ikhlas dalam taat kepada disiplin, ikhlas menerima segala petunjuk.

    Ikhlas dalam pergantian pengurus, dalam pergantian guru, dalam serah trima pengurus
santri dan sebagainya.

    Ikhlas antara santri dengan santri, antara santri dengan pengasuh, antara santri dengan guru,
antara pimpinan dengan yang dipimpin.
    
    Tidak ada maksud untung sendiri, menang sendiri, maju sendiri dan seterusnya. Seluruhnya
untuk kebaikan bersama, kemajuan bersama, dan keuntungan bersama.

Di samping itu juga bersama-sama berkorban dan bersama-sama berjasa serta bersamasama beramal.

2. Dalam Urusan Materiil
    Kalau sekiranya segala gerak langkah di pondok Nurul Haramain harus dibayar, diberi atau
dibalas dengan jasa atau upah, niscaya tidak akan terbeli meskipun dengan jutaan rupiah.

    Segalah langkah, Tuan Guru, pengasuh, guru-guru, pembantu-pembantu, petugas-petugas, pimpinan dalam kelas, dalam ekstrakulikuler, dll. Alhamdulillah telah berjalan dengan tidak bersangkutan benda atau materi sama sekali. Jika ada itupun sekedar saja untuk nyambung hidup dan bukan gaji atau upah tapi sekedar penghargaan dan pasti tidak sebanding. Semuanya berdasarkan keikhlasan utuk kemajuan bersama. Tidak ada buruh, tidak ada majikan. Semua bagianbagian yang ada bukan bagi-bagi jabatan, ada kepala sekolah, riayah, KMI, musrif, pembimbing, itu semua bagi-bagi pekerjaan, bukan bagi-bagi jabatan untuk mengejar upah, gaji dll. Semua didasari dengan keikhlasan, ikhlas berkorban tenaga, berkorban harta di pondok, karena tahu untuk apa berkorban, dan tau manfaat berkorban itu.

    Tentang yang berkorban, tidak berarti yang berkorban itu pasti akan miskin dan harus melarat, tidak!.

    Seandainya tenaga-tenaga itu harus dibeli dan dapat dibeli, kami tidak yakin pula bahwa ia akan dapat membuahkan hasil sebagaimana pengorbanan yang tidak terbeli.

    Kalau seandainya urusan-urusan di pondok kita ini diurus dengan perhitungan materi/benda, dan tidak dengan keikhlasan beramalnya Tuan guru, pengasuh, guru-guru dan para pembantupemabntunya, maka tidak akan ada yang jadi, dan tidak akan ada yang berjalan.

    Alhamdulillah, pada masa yang sudah-sudah sampai sekarang ini, selalu ada keikhlasan dari pihak pimpinan, guru, santri serta walinya. Hanya kadang-kadang ada saja satu dua orang yang mewarisi sifat-sifat Abu Lahab yang terlalu, yang membuta dan mengganggu keikhlasan, para pengasuh dan guru dalam beramal. Orang-orang itu melihat pondok dengan ukuran pribadinya, yang jauh dari nilai-nilai moral di pondok, guna keuntungan diri mereka sendiri.

    Semoga anak-anakku yang di pondok, guru-guru yang di pondok dan segenap keluarganya, termasuk dalam golongan orang yang sadar, tau akan hak dan kwajiban, mengerti arti amal, arti perjuangan,

        Arti untuk meninggikan Agama Allah
        Arti fisabilillah
        Arti lillah.

3. Semua itu dimaksudkan untuk pendidikan
    Memang sengaja diusahakan agar pondok Nurul Haramain tidak menjadi bengkel buruh, tetapi mempersiapkan dan mendidik pemuda-pemuda, yang akan menjadi pemimpin, pejuangpejuang, muballighin, mu'allimin, pejuang yang mempertahankan Iman dan Islam, yang Baik, Benar, Indah, Bermanfaat, tidak menyusahkan orang lain kalau bisa makmur dan memakmurkan keluarganya, masyarakatnya, desanya, daerahnya bahkan negaranya.

    Mencari rezeki (sandang pangan) yang halal, dengan bebas merdeka dari jajahan hawa
nafsu, dan bebas dari membudak sebagai buruh upah atau orang sewaan orang bayaran.

    Inilah mental yang kuat yang selalu ditanamkan pondok, dengan mental yang kuat inilah,
kita menghadapi masa depan kita dengan penuh optimis.

    Banyak usaha-usaha masyarakat, program-program pemerintah yang tidak bisa jalan karena
tidak adanya ke ikhlasan di dalamnya.

    Suasana keikhlasan ini, wajib dijaga, dipelihara dari berdirinya pondok sampai kiamat nanti. 

    Hanya saja,setiap waktu ada godaan-godaan kecil yang hendak mengganggu keikhlasan beramal, itulah ujian. Diantara gangguan itu adalah.

    a. Adanya orang yang tidak mau mengerti arti Ikhlas.
    b. Ada orang yang sangat egois
    c. Ada orang yang tidak kenal bertrimakasih
    d. Ada orang yang sengaja merusak suasana
    e. Ada orang yang sakit mentalnya dan hatinya, karena perasaan/hawa nafsunya yang salah
    f. Ada yang picik sok tau sehingga tidak mau mengerti dan tidak mau faham.

    Mari berdo'a, semoga pendidikan ke ikhlasan ini terus dapat dibawa oleh anak-anak kita keluar
dari pondok.

    Belajarlah dari pendiri pondok dan keluarganya, mereka berkorban sejak berdirinya pondok
sampai sekarang ini, mereka tidak mengambil keuntungan dari pondok padahal mereka punya hak.

Ingat wasiat pendiri pondok.
BEKERJA, JUJUR, BELAJAR, IKHLAS dan ISTIQOMAH.

Posting Komentar

Formulir Kontak