DISIPLIN
Mau tidak mau, suka tidak suka, manusia pasti berdisiplin atau terkena disiplin.Orang hidup, juga segala yang hidup, bahkan segala sesuatu tidak akan terlepas dari disiplin atau
peraturan.
Ada disiplin rumah tangga, disiplin perkumpulan, disiplin organisasi, disiplin dijalan ada lampu merah
ada marka jalan dll.
Barang siapa yang tidak mengikuti, tentu akan terkena akibatnya. Binatang di hutan belantara selalu
terkena disiplin/peraturan. Yakni disiplin iklim dll.
Maka dari itu orang tidak akan dapat bebas 100% dari bermacam-macam disiplin sampai sesudah matipun akan kena disiplin.
Maka kita tidak boleh salah mengartikan kata-kata bebas dan merdeka. Bebas bukan berarti tidak
berdisiplin, tetapi sebenarnya bebas ialah kebebasan berfikir.
Menjalankan disiplin amat ringan sekali, apabila punya niat mau berdisiplin. Tetapi amat sangat berat
apabila dikerjakan dengan serba paksaan.
Di pondok Nurul Haramain tidak ada paksaan. Hanya mungkin ada perintah-perintah yang mirip paksaan
pada anak-anak kecil yang masih lemah jiwanya, atau kepada anak-anak besar yang masih berjiwa lemah
seperti anak-anak kecil. Disiplin membantu untuk menolong anak-anak yang tidak mampuh menguasai
dirinya.
Nurul Haramain tidak memaksa santrinya untuk mau disiplin. Inilah artinya tidak ada paksaan.
Yang memang mulai sekarang sudah berniat akan tidak mau berdisiplin. Silakan turun dari kapal kami,
kapal akan berjalan terus. Pagi-pagilah turun, supaya jangan tercampak, terpelanting di tengah lautan,
supaya jangan menyesal.
Yang tidak kuat, tentu akan turun atau diturunkan. Adapun yang kuat silakan berlabuh ke pulau idaman
bersama kami.
Akhirnya kami nasehatkan
Berdisiplinlah dengan sepenuh hati
Berdisiplinlah dengan penuh keikhlasan dan penuh keinsafan
Ingat untuk apa semua peraturan dan disiplin itu.
Semua itu tidak lain hanya untuk kebaikan dan kemajuan kita bersama, kebaikan dan kemajuan sendiri.
Biasakanlah hidup teratur!
Mudah diatur, dapat mengatur.
Pandai-pandailah membawa diri, mengatur diri, menguasai diri. Self disiplin.