Kepondokan 11

Tentang Pakaian

    Nurul Haramain tidak hanya mementingkan kesopan batin saja, tapi lahirnya pun penting, untuk menjadi pemimpin, muallimin, muballigin. Maka harus diperhatikan pula cara berpakaiaan. Bukan untuk gagah-gagahan tapi untuk kesopanan. Orang tidak tau isi hati kita, yang tau isi hati kita, hanyalah Allah dan kita sendiri. Maka sebagai makhluk sosial, kesopanan lahir seperti bagaimana berpakaian itu penting.

    Pakaian banyak macamnya, masing-masing pada tempatnya dan waktunya. Seperti pakaian
sekolah, sholat, olah raga, dll.

Ingat Bahwa:

    Cara berpakaianmu akan mempengaruhi hati dan pola pikirmu

    Penampilanmu mununjukkan siapa dirimu (
سيرةَالمرءَتنبعَعنَسريرته )

    Gerak gerik, tindak tanduk, tingkah laku seseorang itu menunjukkan rahasinya(siapa dirinya)

    Cara berpakaianmu, menunjukkan keseriusanmu

    Gerak gerikmu, cara berpakaianmu, akan mempengaruhi kewibawaanmu dan menunjukkan
    harga dirimu.

1.
Pakaian Sekolah
    Kalau ke sekolah, ke kelas, pakailah seragam, lengkap dengan sepatu, jangan asal-asalan,
tunjukkan dengan seragammu, bahwa kalian sedang serius dan siap belajar, anak yang tidak pakai
seragam lengkap, sudah bisa dipastikan keseriusan belajar berkurang dibandingkan yang memakai
seragam lengkap.

2.
Pakaian Untuk Sholat
    Kalau sholat, pakailah untuk sholat, yaitu pakai sarung, berikat pinggang, pakai kemeja, berpeci boleh di tambah jas kalau punya, yang nggak punya tidak wajib punya. Pakaian yang sedemikian itu sudah resmi. 

    Pada waktu sholat tidak diperbolehkan memakai kaos dalam atau kaos oblong saja. Harus berpeci pakai ikat pinggang.

3.
Pakaian olah raga, bersenam dll
    Waktu berolah raga, sepakbola, basket dll, pakailah pakaian yang layak untuk itu. Bukan
pakai sarung. Bukan semaunya sendiri-sendiri.

4.
Pakaian Waktu Istirahat
    Pakaian istirahat adalah pakaian sebagaimana biasa kita beristirahat. Apa bila kita beristirahat, di dalam kamar, tidak boleh hanya memakai sarung saja, dengan tidak berbaju. Juga apa bila keluar dari kamar, tidak boleh hanya memakai sarung saja dengan tidak berikat pinggang. Dan memakai kaos dalam saja. Seperti itulah kesopanan.

    Pakaian
levis, Cow Boy, beatles, dan pakaian-pakaian lain yang tidak sopan, tidak pantas
bagi santri, maka jangan dipakai lagi, seperti itu sudah ketinggalan zaman disini. Apalagi masih
ada, supaya ditinggalkan di rumah saja.

    Di Nurul Haramain tidak model. Pakaian kemeja bawahnya trening, atau pakai kaos bawahnya sarung.

Suara

    Boleh bersuara, boleh tertawa, bebas saja, tapi yang sopan. Artinya kita harus dapat
menyesuaikan diri kita, serta harus mengingat waktu dan tempat. Jangan teriak-teriak dari jauh untuk
memanggil-manggil temen yang lain, kita berada di pondok, bukan di hutan atau pantai, apabila hendak
tertawa, tertawalah yang sopan, pada tempat dan waktunya.

Cara Bergaul

    Bagi santri baru khususnya, dan santri lama umumnya, boleh bergaul dengan bebas dengan cara
yang sebaik-baiknya.

    Dalam bergaul harus diingat pula keharusan
Tenggang menenggang antara satu sama lain.
Juga harus tolong menolong, tahu menahu. Dan seharusnya mereka itu dianggap sebagai tamu,
jadi tetap harga menghargai
.

    Dalam pergaulan boleh beramai-ramai, tetapi harus kita ingat kesopanan. Dalam pergaulan
jangan sembrono atau sak kerepe dewe (semaunya sendiri) tanpa menghargai yang satu dengan yang
lainnya. Meskipun teman akrab tetap jangan sembrono.

    Santri tidak boleh terlalu dekat dengan masyarakat sekitar, tidak boleh bergaul terlalu dekat, apa
lagi bertamu sampai menginap, nanti jika ada apa-apa akan jadi masalah, akan jadi fitnah.

Kesopanan pada umumnya

    Di Pondok Nurul Haramain, kita belajar hidup sopan, segala sesuatu di pondok boleh, asal sopan.
Kalau baik kerjakan, kalau tidak baik tinggalkan. Berani dengan sopan dan baik.
Karena dengan
sopanlah, anak-anak dapat pujian. Tapi jangan minta dipuji
.

    Demikian juga didalam kelas, jangan berteriak-teriak, meja jangan sampai diduduki, apalagi
dipakai tidur. Meja untuk belajar dan untuk tempat buku, dengan demikian kalian sudah menghargai ilmu, duduklah dengan baik, ketika duduk di kursi tidak usah digoyang-goyang kursinya, karena memang bukan kursi goyang. Jaga peralatan kelas, meja, kursi, sapu dll. Itu Amal dan sedekah orang banyak, jika sengaja kalian rusak minta maafnya harus ke orang banyak itu, kan menjadi susah sendiri, dosa sendiri. Dalam kamar pun harus sopan juga. Lebih-lebih di jalanan dan lain sebagainya.

    Kesopanan dalam Muhadhoroh (latihan berpidato) : jangan mengejek pembicara, meneriaki atau
menyoraki. Harus berhati-hati, jangan ngomong-ngomong dengan teman, dengarkan dengan baik ingat
etiket perkumpulan
Ibarat Jarum jatuh kedengaran

Kesopanan Berjalan

    Santri boleh berjalan-jalan, tetapi harus mengetahui batas daerah serta waktu. Komplek pondok
sudah lumayan luas, tidak ada alasan bagi santri-santri berjalan-jalan terlalu jauh hingga keluar pondok
sampai tengah malam, akibatnya nanti tidak akan dapat pulang ke pondok, tetapi... dipulangkan ke rumah sendiri. Jika berjalan di jalan umum, jangan mengganggu orang lain, berilah hak pejalan yang lain juga.

Bepergian

    Santri-santri kalau pergi keluar pondok harus minta izin terlebih dahulu kepada keamanan, baik
pada waktu libur atau tidak. Bepergian yang tidak seizin dewan riayah atau bagian keamanan, apabila
kena perkara, dan ditangkap polisi, harus bertanggung jawab sendiri, ditanggung sendiri.

        Demikianlah garis-garis besar yang telah menjadi tradisi Nurul Haramain.

        Disamping itu, selalu akan ada peringatan-peringatan dan petunjuk-petunjuk pada waktu dan
kejadian-kejadian

Posting Komentar

Formulir Kontak