Pulanglah dengan Adab
Anak-anakku santri Nurul Haramain…
Selamat berlibur.. Libur bukan waktu membuang adab. Libur bukan alasan melonggarkan akhlak. Nilai yang kalian pelajari di pondok tidak dititipkan di gerbang, tetapi dibawa pulang bersama langkah.
Pulanglah ke rumah bukan sebagai tamu, tetapi sebagai anak.
Jangan biarkan ibu-ibu dan bapak-bapak melayani kalian seperti orang asing. Lihat tangan mereka di sana ada lelah yang jarang diceritakan. Jika kalian bisa membantu, meski sedikit, itulah libur yang membawa berkah.
Di kampung, jagalah sikap. Jangan keras dalam kata, jangan tinggi dalam langkah. Cukup sopan. Cukup rendah hati. Biarlah orang lain mengenal kalian dari adab sebelum dari bicara.
Anak-anakku…
ingat ini pelan-pelan.
Di jidat kalian tertulis
Santri Nurul Haramain.
Tulisan itu tidak tampak, tetapi terbaca dari cara kalian menyapa orang tua, dari cara kalian duduk di depan yang lebih tua, dari cara kalian menahan diri.
Jika kalian menjaga diri, orang tua kalian akan tenang di rumah. Guru-guru kalian akan lapang di pondok.
Kami tidak berharap kalian jadi orang besar.
Kami hanya berharap kalian jadi orang baik, yang tahu diri, yang tahu tempat, dan tahu adab.
Berliburlah dengan baik. Rawat akhlakmu. Jaga dirimu.
Dan kembalilah nanti ke pondok ini…..dengan hati yang bersih, dan langkah yang lebih dewasa.
Kami menunggu kalian. Dengan doa. Dalam diam.
Sekali lagi anak-anakku _"Selamat Berlibur"_
Sampaikan salam kami pada segenap keluarga di rumah.
Semoga anak-anakku selalu dalam lindungan Allah SWT, dan selalu dilimpahkan berkah padamu dan segenap keluargamu Amiiiin.
Oleh: ustadz H. Ahmad Dahlan
