kami duduk bersila di bawah langit yang mulai memancarkan cahaya senja.
Angin sore menjadi saksi, bahwa ada rindu yang kami simpan rapat di dada.
Adzan Maghrib segera tiba…
di tangan kami hanya air dan kurma sederhana,
tapi di hati kami, ada wajah Ibu dan Ayah yang selalu lebih dulu hadir.
Di sini kami belajar kuat,
menahan lapar, menahan lelah, dan menahan rindu yang tak selalu bisa kami ucapkan.
Ibu, Ayah…
mungkin hari ini kami tidak berbuka di samping kalian,
tidak mendengar suara kalian memanggil kami ke meja makan.
Namun percayalah, di setiap tegukan pertama, nama kalian selalu menjadi doa yang paling dalam.
Dari lapangan pondok ini, di bawah langit yang sama, kami kirim rindu, kami kirim doa.
Selamat berbuka puasa di rumah.
Tunggu kami pulang, dengan hati yang lebih kuat, dan cinta yang lebih utuh.
