Guru Yang Menghidupkan, Bukan Menumpulkan
Tugas yg di jalankan tanpa tau jihad, tanpa pendampingan dan evaluasi maka kita hanya seperti mesin. Tetapi pesantren bukan pabrik, tanpa tanaman yg tumbuh, tugas adalah pupuk. Guru adalah petani yang sabar.
Falsafah Jawa mengingatkan
Ojo mung pinter, ning kudu bener lan pener
(Jangan hanya cerdas, tapi harus benar dan tepat. Maka tugas dalam pesantren bukan hanya membuat santri pintar, tetapi menjadikanmya benar dalam niat, tepat dalam tindakan.)
Semoga allah menjadikan kita termasuk para pendidik yang menghidupkan manusia, bukan yang menumpulkan hati. Karena sesungguhnya tugas tugas hanyalah alat yang membentuk manusia ialah keteladanan, cinta dan kehadiran kita sebagai guru yang sadar.
