Perkemahan bagian dari alat marketing pesantren.
Awal mula santri berkemah, lokasi kemah itu harus:
1. Dekat kampung, terutama masjid.
2. Akses air mudah.
3. Di kampung yang belum ada santri dari daerah tersebut.
Sebelum kemah santri diminta untuk bawa beras 1 kilo dari rumahnya, yang rumahnya dekat mereka pulang pinjam alat masak dan terpal untuk tenda.
Baju-baju yang jatuh dijemuran dan tidak diambil oleh santri dicuci bersih, disetrika. beras dan baju tersebut disumbangkan ke rumah-rumah orang kampung yang layak menerima sesuai data dari Kadus kampung tersebut yang diminta oleh panitia ketika ngirim surat izin.Sedang beras makan santri tetap dari pondok dibagikan setiap malam.
Sholat 5 waktu selalu berjamaah di masjid, selama 3 hari tsb masjid kampung tersebut selalu rameh dan ketika kita pulang masjid itu sepi lagi dan masyarakat merasa kehilangan suasana jamaah 5 waktu selama 3 hari tersebut.
Setiap sore diadakan lomba-lomba untuk anak-anak kampung yang datang menonton. hadiah dibagikan ketika malam terakhir ketika api unggun. di malam terakhir diadakan penampilan-penampilan layaknya pentas seni. masyarakat dan anak-anak kampung tersebut menonton dan mulai tau bahwa santri tidaklah kolot, santri juga bisa tari, santri bisa main musik, santri juga bisa senam lantai.
Paginya pembersihan umum, diusahakan tidak ada jejak yang kurang baik yang ditinggalkan.
Untuk membuat perkemahan yang berbeda dengan kemah orang lain adalah membuat gapura yang tinggi sekaligus jadi menara pantau, dan dibentangkan tali yang terpasang bendera semapur sepanjang tali. membuat kesan meriah.
