PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN HARUS DENGAN TERJUN LANGSUNG
Memimpin itu ada seninya, bukan semata teriakan komando dan penggunaan tekanan, bukan pula keakraban berlebihan dan pemenuhan keinginan; kedua sisi ini harus di-strike di tengah-tengah. Dan tiada cara lain untuk mendidik kepemimpinan ini selain dengan terjun langsung memimpin. Maka wajar jika beberapa kali terjadi tindakan yang cenderung tidak pas, atau berlebihan, karena anak-anak kita ini sedang dalam tahap belajar memimpin.
Sebagai santri senior, mereka harus belajar memimpin karena itulah yang paling dibutuhkan oleh masyarakat mereka, orang yang berada didepan; yang mampu berkorban tenaga, pikiran, dan perasaan. Tidak jarang kita dengar alumni-alumni kita jadi sosok pemimpin - kepala dusun, kepala masjid, kepala sekolah, ketua remaja, ketua banjar, dan akhir-akhir ini, ketua KPPS. Semua itu berkat seni memimpin yang mereka alami selama mennjadi santri senior disini. Di kampung-kampung mereka itu banyak alumni pondok lain, tetapi alumni pondok kita yang cenderung lebih dipercaya untuk memimpin. Jika alumni pondok lain itu lebih kuat keilmuannya, maka alumni kita lebih kuat kepemimpinannya.
Sampai kapan pun, kita akan tetap mempercayakan kepengurusan rayon, panitia, dan organisasi kepada santri-santri senior, ini sudah jadi identitas dan tradisi. Jika pun ada kekurangan, maka itu tugas kita sebagai pembimbing untuk meluruskan.
